Mendongeng bisa diartikan membacakan cerita atau menularkan cerita kepada anak. Yang menjadi bahan mendongeng bisa kisah nyata, tidak nyata atau pengalaman. Banyak di antara orangtua yang berpikir bahwa bercerita atau mendongeng bagi anak adalah perbuatan yang sia-sia, hanya membuat lelah saja. Terlebih lagi bagi orangtua yang sibuk dengan pekerjaan kantor, banyak di antara mereka yang akhirnya tidak memiliki waktu untuk anak meskipun untuk sekedar mendongeng sebagai pengantar tidur sang anak.
Harus diketahui bagi orang tua bahwa di balik kegiatan mendongeng ada manfaat besar:
1. Memberikan Teladan.
Lewat dongeng yang kita bacakan, imajinasi si kecil akan tumbuh, sekaligus membangun hati nurani anak. "Anak, kan, belum tahu mana yang baik dan buruk. Nah, lewat dongeng, orangtua bisa mengajarkan hal itu." Ingat, bukan, cerita rakyat/tradisonal yang sering kita baca atau dengar di kala kecil? Di situ selalu digambarkan, si jahat akan mendapat hukuman sementara yang benar akan menang. "Dengan kata lain, kita diajar tentang moral,"
2. Memotivasi Anak
Deangan mendongeng anak akan berimajinasi sebagai tokoh protagonis yang berhasil memecahkan masalah dalam cerita tersebut. Seorang anak senantiasa membayangkan dirinya sebagai jagoan atau Hero dalam sebuah cerita. Di sinilah kesempatan orangtua untuk dapat menyemangati dan memotivasi anak mereka melalui sebuah dongeng.
3. Mengajarkan Berkomunikasi
membacakan dongeng atau cerita bagi anak yang belum dapat berbicara juga dapat menjadi media pembelajaran bagi si anak untuk berbicara. Dengan menceritakan dongeng maka akan merangsang kemampuan berkomunikasi verbal anak.
Kiat Mendongeng
- Tuturkan secara lambat (tak terburu-buru) dan jelas. Makin muda usia si kecil, sebaiknya makin pelan agar ia dapat menyerap dan memahami cerita.
- Nada suara sebaiknya normal dan santai.
- Beri ekspresi pada apa yang Anda baca. Tapi jangan dilebih-lebihkan. Variasikan kecepatan, irama suara sesuai kebutuhan teks. Misalnya untuk membangun ketegangan-ketegangan.
- Variasikan nada suara pada pelbagai karakter. Hal ini akan lebih mendramatisir dialog dan menghidupkan karakter yang ada. Lakukan secara wajar karena jika berlebihan, yang diingat anak justru suara Anda dan bukan ceritanya.
- Jika ada ilustrasi, peganglah buku tersebut sehingga si kecil dapat melihatnya.
- Gunakan telunjuk untuk menunjuk barisan kalimat yang sedang dibaca tanpa menutupi gambar ilustrasinya.
- Alat bantu juga bisa digunakan. Misalnya, pensil atau boneka tangan. Penggunaan alat peraga ini biasanya sangat efektif untuk anak-anak yang lebih kecil.
- Beri tanggapan pada reaksi atau komentar yang dilontarkan anak atas cerita yang Anda bacakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar