Wortel, semua orang pasti tahu ama sayur yang satu ini dan sangat di sayangkan kalau kita cuman mengenal wortel hanya sebatas campuran untuk sup, karena kenyataannya wortel bisa diolah apapun. Dari aneka masakan, kudapan hingga cake maupun kue-kue manis. Atau bisa juga menjadi minuman segar penghilang dahaga. Sering menyantap wortel, tak soal biarpun jumlahnya tidak banyak setiap kali kita memakannya. Ternyata memberi segudang keuntungan bagi kesehatan.
Wortel VS Kanker
Warna jingga pada wortel menandakan sayuran tersebut kaya pigmen karoten yaitu zat warna jingga alami. Di dalam ikatan karotenoid inilah tersimpan zat provitamin A khususnya betakaroten. Ikatan karotenoid sangat mudah terurai oleh panas, namun hasil penelitian terakhir menyebutkan bahwa hal ini tidak sampai merusak betakaroten. Sebaliknya, pemasakan sebentar justru menguntungkan karena melepaskan betakaroten dari bungkusnya, sehingga betakaroten lebih mudah diserap oleh tubuh.
Betakaroten pada wortel mencapai 12.000-13.500 SI, tergantung pada jenis wortel. Makin jingga warna wortel kandungan betakarotennya makin tinggi. Jumlah ini memenuhi 250% anjuran kecukupan asupan betakaroten per hari.
Sering menyantap wortel dapat mengurangi resiko menderita kanker kandung kemih, kanker prostate, kanker dinding rahim, kanker usus besar, kanker kerongkongan dan kanker tenggorokan hingga 50%. Wortel juga mampu mengurangi resiko kanker payudara hingga 20% dan kanker paru-paru. Wortel sangat dianjurkan bagi siapa saja yang memiliki pola hidup tidak teratur dan beresiko kanker yaitu tinggi kalori/gula, banyak lemak tapi miskin sayuran dan buah segar.
Makan 3-4 batang wortel setiap minggu selama sebulan saja sudah mampu menaikkan sisitem kekebalan tubuh yang secara khusus bertugas menumpas kanker. Pada kondisi darah jenuh dengan betakaroten, pasukan penghalau kanker ini bekerja lebih dini. Artinya sebelum sempat tumbuh bibit kanker sudah akan di tumpas habis. Dan ternyata betakaroten ini tidak bekerja sendirian, karena wortel juga kaya alfakaroten yang memiliki khasiat antikanker.
Pada wanita pengidap kanker dini, dosis 30mg betakaroten setiap hari selama seminggu mampu membatasi 50-70% pertumbuhan sel kanker mulut rahim. Pada laki-laki pengidap kanker dosis sama dapat menghambat 44% pertumbuhan sel kanker usus besar. Jika doses ini diteruskan hingga 2 minggu lagi, kemampuannya membatasi perkembangan sel kanker usus meningkat menjadi 57% padahal dosis betakaroten yang ampuh menangkal perkembangan kanker tersebut hanya setara kira-kira satu setengah cangkir jus wortel.
Wortel VS Stroke
Kebiasaan menyantap makanan kaya kalori secara berlebihan, baik makanan sumber karbohidrat/gula (mi, donat, kue manis) dan kaya lemak (fried chicken, cake mentega, makanan gorengan, masakan bersantan) tanpa diimbangi makanan kaya serat (sayuran dan buah) dapat menjadikan darahmakin pekat. Hal ini memudahkan terjadinya endapan lemak/gula pada dinding pembuluh darah yang lazim disebut aterosklerosis. Akibatnya lubah pembuluh menyempit bahkan sampai mampet.
Kurang lancarnya aliran darah akibat menyempitnya pipsa pembuluh darah ini meningkatkan resiko menderita tekanan darah tinggi (hipertensi). Karena pasokan oksigen segar dalam darah juga ikut berkurang, maka kemungkinan otak dan jantung tidak mendapatkan cukup pasokan oksigen pun akan meningkat. Jika kekurangan oksigen terjadi di bagian kepala bias memicu munculnya katarak dan serangan stroke. Kalau hal itu terjadi di jantung, beresiko memancing terjadinya serangan jantung.
Namun dengan menyantap 5 batang wortel per minggu resiko stroke dapat menurun hingga 68% dibandingkan jika kita hanya makan sebatang wortel per bulan. Jika sampai terserang stroke kegemaran banyak makan wortel dapat memperkecil kemungkinan menderita kelumpuhan. Dan kalaupun mengalami kelumpuhan akan lebih cepat terpulihkan. Data lain mengungkapkan makan wortel 5 batang per minggu tersebut juga menyusutkan serangan jantung koroner hinggap 22%.
Khasiat ini tak lain karena kandungan tinggi betakaroten di dalam wortel yang dibarengi alfakaroten. Selain itu di dalam ikatan karotenoid wortel juga tersimpan senyawa antioksidan lutein dan zeaxantin. Sama seperti betakaroten, kedua senyawa ini merupakan bahan aktif pembentuk vitamin A. sekalipun demikian, baik lutein maupun zeaxantin itu sendiri telah memiliki kekuatan memerangi perusakan sel, sehingga kesegaran set tetap terjaga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar